KPU Terima Data Pemilih Pemula Tambahan Pemilihan 2020

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menerima Data Pemilih Pemula Tambahan Pemilihan 2020 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (18/6/2020). Penyerahan data dilakukan langsung Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori ke Ketua KPU RI Arief Budiman.

Data Pemilih Pemula Tambahan sendiri sejumlah 456.256 pemilih yang merupakan penambahan dari adanya pemunduran waktu pemungutan suara dari 23 September menjadi 9 Desember 2020. Dalam rentang tiga bulan tersebut, KPU sesuai peraturan perundangan wajib menyertakan para pemilih pemula baik yang telah berusia 17 maupun yang belum berusia 17 namun telah menikah.

"Daftar pemilih menjadi core bisnisnya KPU, menjadi urusan pentingnya KPU selain proses pemungutan dan penghitungan suara,” ujar Arief saat memberikan kata sambutan.

Arief memastikan, lembaganya bersama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan berkoordinasi untuk memastikan data yang diperoleh ini termuktakhirkan dengan baik. Dia juga mengajak masyarakat nantinya cermat mengamati data tersebut, dan kalaupun ada perlu melihat kesesuaian nama dan alamatnya. "Maka ini jadi kepentingan bersama termasuk pemilih karena nanti yang akan dimutakhirkan data mereka. Salah menulis nama alamat mohon kami diberi masukan,” kata Arief.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang berhalangan hadir, menyampaikan pesannya melalui rekaman video. Dalam rekaman itu dirinya menjelaskan bahwa DP4 Pemilih Pemula Tambahan merupakan pelengkap dari data DP4 yang telah diberikan sebelumnya. "Mudah-mudahan dapat digunakan melengkapi pemilih hingga DPT nanti,” kata Tito.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri itu berharap KPU dan semua pihak yang terlibat dalam pemutakhiran nanti dapat menjaga kerahasiaan data. Dia juga kembali menegaskan komitmen kementeriannya serta pemda untuk selalu mendukung kerja-kerja penyelenggara pemilihan, agar terlaksana proses yang aman damai dan sukses. "Tentu juga ditingkat pusat saya menjaga hubungan baik agar Pemilihan 9 Desember 2020 yang dilaksankan disituasi tidak biasa dapat berlangsung baik dan masyarakat dapat gunakan hak pilih,” ungkapnya.

Sementara itu Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifudin menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam pelaksanaan setiap tahapan Pemilihan 2020. Sesuai tugas lembaganya, maka pengawasan akan dilakukan secara ketat untuk memastikan proses tahapan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. "Penyelenggara nanti dilapangan diawasi oleh jajaran kami, apa-apa yang ada di PKPU jadi objek pengawasan kita. Katakanlah menggunakan masker, sarung tangan maka itu juga harus dipedomani jajaran dan perlu koordinasi antara para pihak yang akan melakukan tugas,” ucapnya.

Dikesempatan selanjutnya Anggota DKPP RI Alfitra Salamm berharap data pemilih pemula tambahan dapat dikelola dengan baik. "Daftar pemilih ini berkaitan hak masyarakat, maka akurasi ini penting. Jangan terjadi lagi perubahan berulang kali,” pungkas dia.